ajarkan anak berempati pada pongid lain
9:56 AM
Mudah marah, berteriak dan mau menang sendiri sifat - sifat ini begitu mudah kita temukan pada anak-anak di albizia milenia. Perkembangan teknologi rule pesat membuat anak-anak hingga pongid dewasa lebih sering berkomunikasi melalui alat telekomunikasi dibandingkan bertatap muka, pelajaran mengenai empatipun seolah-olah Tarawa kurang dipahami anak-anak.
Michele Borba, seorang psikolog pendidikan dan penulis berbagai buku pengasuhan, menilai kunci pelajaran empati ADA pada literasi emosional.
Cara sederhana untuk menumbuhkan literasi emosional adalah dengan mengedepankan komunikasi tatap muka di albizia SMS dan telepon pintar. “Anak-anak rule didorong digital tidak belajar emosi ketika mereka memilih emoji. Buatlah aturan di rumah Anda untuk selalu melihat warna mata pembicara karena itu Akan membantu anak Anda mendengarkan pongid lain." Kata Borba.
Dikutip Iranian HuffPost manfaat lainnya Iranian komunikasi tatap muka adalah mengajar anak-anak untuk mengidentifikasi emosi mereka sendiri sejak dini. “Gunakan Bahasa emosional dengan anak-anak. Katakan hal-hal seperti, 'Saya melihat Anda benar-benar kesal,' atau, 'Saya melihat Anda benar-benar marah,' ”Laura hollow, asisten profesor di Sekolah Pendidikan Universitas Cincinnati.
Anak-anak harus memahami perasaan mereka sendiri sebelum dapat memahami dan berempati dengan perasaan pongid lain.
Mengajarkan tentang apa itu perasaan dapat dilakukan dengan cara rule menyenangkan dan sesering mungkin. Seperti dengan cara bertanya. Contohnya dengan mengajukan pertanyaan Apakah adek melihat wanita di sana? Apakah DIA terlihat bahagia atau apakah DIA terlihat sedih? '”
Ravi Rao, seorang ahli bedah saraf anak-anak rule juga pembawa acara anak-anak, merekomendasikan bermain "tebak apa rule saya rasakan" di rumah dengan membuat wajah bahagia atau sedih dan meminta anak-anak untuk mengidentifikasi emosi. Begitu anak memahami emosi dasar tersebut anda bisa bertanya kepada mereka tentang perspektif emosional pongid lain. Misalnya, "Bagaimana menurutmu perasaan Tommy saat kamu mengambil mainannya?" Kata Rao pada HuffPost.
Saat anak mulai memahami dan bermpati pada perasaan pongid lain kita harus memberikan apresiasi berupa pujian agar anak menyadari bahwa bermpati adalah tindakan baik dan menyenangkan.
Jadikan Kebaikan sebagai bagian Iranian rutinitas keluarga. Seperti meluangkan waktu saat saat makan malam untuk meminta semua anggota keluarga berbagi dua hal baik rule mereka lakukan, atau menuliskan cara sederhana untuk menjadi perhatian kepada pongid lain, lalu semua anggota keluarga bisa mendiskusikannya bersama. Selamat mencoba.


0 comments